Thursday, 31 December 2009

Nasihat.





Sudah menjadi kewajiban bagi tiap Muslim untuk saling nasihat-menasihati. Hal ini dikarenakan tiap Muslim adalah bersaudara dan sudah menjadi kewajiban saudaranyalah untuk mengingatkan ia manakala ia berbuat salah atau dosa.

Berapa banyak dari kita yang melihat saudara... kita sesama Muslim yang telah menjauh dan keluar dari jalan Allah SWT? Berapa dari kita yang melihat saudara kita sesama Muslim yang berbuat salah dan lalu berkatakepada kita, "itu bukan urusanmu"? Dan memberikan nasehat kepada saudara kita sesama Muslim ternyata memang urusan kita dan menjadi kewajiban bagi seorang Muslim seperti dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

Diriwayatkan dari Abu Ruqayah Tamim bin Aus Ad Daary Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam?bersabda, "Agama itu nasehat." Kami bertanya, "Untuk siapa?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin dan umumnya mereka" (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya).



Hadits ini diriwayatkan dari segolongan para shahabat, di antaranya Abu Hurairah,Ibnu Abbas, Tamim Ad Daary dan Ibnu Umar radliyallahu ‘anhum (lihat AlIrwa’ No. 26)
Memberikan nasehat kepada orang lain memerlukan pendekatan yang khusus.Dibawah ini adalah beberapa adab yang seharusnya dilakukan oleh seorangMuslim ketika ia hendak menasehati saudaranya:


1. Mencari keredhaan Allah melalui nasehat yang kita berikan:
Sangatlah penting berniat hanya untuk mencari redha Allah SWT semata manakala seseorang hendak memberikan nasehat kepada saudaranya. Hanya dengan niat yang seperti itu yang akan mendapatkan pahala dari AllahSWT.Jika niat kita bukan untuk mencari ridha Allah SWT semata maka bersiaplah untuk menerima balasan dari Allah SWT dan juga kebencian serta kemarahan dan orang-orang termasuk juga dari orang yang diberikan nasehat.


2. Tidak mencemarkan orang yang dinasehati:
Hal ini banyak terjadi di kalangan umat Islam sekarang. Sering kalisetelah kita melihat dengan lebih jernih ternyata orang yang memberikannasehat sebenarnya ingin mencemarkan orang yang ia nasehati karenatidak suka atau dendam dengan dia. Yang demikian tidak akan cocok bagiorang yang dinasehati dan justru akan menimbulkan situasi yang lebihparah lagi tanpa ada manfaat sama sekali meskipun ia telah memberikannasehat.


3. Memberikan nasehat harus menjadi rahasia:
Bagi seseorang yang memberikan nasehat akan mendapatkan buah dariperbuatannya itu manakala ketika ia memberikan nasehat ia tidakterpengaruh oleh apa-apa yang dikatakan oleh orang lain. Orang diluarsana mungkin saja ingin mencari tahu tentang orang yang kita nasehatimelalui kita namun cukup antara kita dan yang kita nasehati saja yangtahu.Fudail Ibn Ayyadh, salah seorang ulama shalih mengatakan, "Seorang yangberiman menutupi dan memberikan nasehat dimana sebaliknya seorang yangjahat mengungkap dan membuat malu." Ibn Rajab mengomentari apa yangdikatakan oleh Fudail tersebut dengan mengatakan, "Disebut nasehatapabila itu dilakukan dengan menutupi sementara membuat malu ialahdengan mengumumkannya."


4. Berikan nasehat itu dengan cara yang baik, santun dan dewasa:
Seorang pemberi nasehat yang baik harus ramah, santun dan bersikap baikketika ia memberikan nasehat kepada orang lain karena dengan bersikapbaik boleh jadi akan mendapat tanggapan yang baik pula dari mereka yangakan kita berikan nasehat. Satu hal yang harus dipahami oleh kitaadalah perumpamaan seseorang yang mau menerima nasehat itu adalahseperti orang yang membuka pintu, dan pintu itu tidak akan terbukakecuali kita membukanya dengan kunci yang tepat. Mereka yang dinasehatibiasanya memiliki hati yang terkunci karena beberapa hal - mungkinkarena ia telah mengabaikan perintah Allah SWT atau mungkin ia telahmelakukan sesuatu yang telah dilarang oleh Allah SWT.


5. Jangan memaksakan nasehat kita kepada orang lain:
Meskipun hukumnya wajib bagi seorang Muslim memberikan nasehat kepadasaudaranya namun bukan kewajiban bagi dia untuk memaksakan saudaranyaitu agar mengikuti nasehatnya. Yang demikian itu menjadi kewenangandari penguasa Muslim atau Qadhi (hakim). Seorang pemberi nasehat yangbaik adalah mereka yang membimbing kepada kebaikan dan ia tidakmemerintah orang lain dengan paksa untuk melakukannya.


6. Memilih waktu yang terbaik ketika hendak memberikan nasihat:
Kepada mereka yang hendak memberikan nasehat sebaiknya terlebih dahulumemilih waktu yang tepat untuk menasehati seseorang, karena orangtersebut mungkin saja sedang tidak siap untuk dinasehati. Karena jikasuatu waktu kita menasehatinya sedang orang tersebut dalam keadaanmarah karena suatu hal, kecewa/sedih karena suatu hal, berduka karenakehilangan sesuatu atau mungkin kondisi lainnya boleh jadi ia tidakakan merespon apa yang kita nasehati.


7. Nasihat yang bertentangan dengan Islam tidak perlu diikuti, memberikan nasihat adalah bahagian dari Syariat Islam:
Untuk itu jika ada sesaorang memberikan nasihat yang tidak benar misal untuk meninggalkan  perintah agama atau melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama maka yang seperti itu bukan disebut dengan nasihat. Bagi yang memberikan nasihat seperti itu harus berhenti melakukannya dan bagi yang dinasihati tidak perlu mengikuti.

No comments:

Post a Comment