Sunday, 21 March 2010

Alam Mahsyar.


Lanjutan dari coretan Alam Barzakh, maka satelah manusia merasakan keadaan yang kacau bilau dan huru-hara selama empat puluh[40] tahun dari tiupan sangkakala maka bermulalah tiupan sangkakaka buat kali kedua[2] dimana tujuh[7] lapis bumi dan tujuh[7] petala langit yang tela hancur berterbangan kembali bersatu saperti sedia kala. 
Ia akan terbentuk menjadi satu padang yang amat luas, bagaikan padang jarak padang terkukur, yang digelarkan " Padang Mahsyar ".

Disitulah tempat berkumpul kesemua manusia dan juga dari makhluk yang lain saperti jin dan haiwan, turut dikumpulkan. Disaat itulah kesemuanya akan dibankitkan semula meskipun manusia-manusia itu telah hancur lebur lagi binasa. Dengan pengertian ini, terdetik dibenak kita dengan mengatakan " Sanggupkah Allah swt berbuat sedemikian ".....Mengapa tidak?

Bukankah yang menciptakan langit dan bumi ini mampu untuk menciptakan lagi yang seumpama dengannya.
" Mampu memperlaku sesuatu atas keinginanNya, Dialah Allah swt Yang Maha Pencipta Lagi Maha BerIlmu ".

Sesungguhnya apabila Allah swt menginginkan sesuatu.
" Bahawa Allah swt berkata, jadilah kepadanya maka jadilah ia "[Surah Yassin Ayat: 81 - 82].

Pada ketika dan waktunya semua dibangkitkan kembali untuk dikumpulkan diMahsyar, yakni pada hari Juma'at. Baginda Rasulullah saw adalah yang pertama dibangkitkan, salepas itu kesemua manusia dibangkitkan dengan panca indera yang serba sempurna, baik manusia yang mukmin mahu pun yang kafir.

Manusia diberi sifat yang sempurna dengan mata boleh melihat, telinga boleh mendengar, mulut boleh berkata-kata, tangan boleh digerak[menggapai] dan kaki boleh berjalan, sama saperti didunia, hanya ketika itu manusia dalam keadaan tidak berpakaian.

Rasulullah saw bersabda:
" Manusia dibangkitkan semula pada hari Kiamat dalam keadaan tidak berpakaian, tidak beralas kak i[kaki ayam] dan tidak berkhitan".

Mendegarkan sabda itu, Aisyah lantas bertanya:
" Wahai Rasulullah, bukankah nanti lelaki dan perempuan lantas berpandangan ".

" Wahai Aisyah, pada suasana dan ketika itu tidak berkesempatan bagi manusia untuk menengok manusia yang lain, bahkan semua akan hanya memikirkan diri sendiri ".

Pada hari itu, manusia menjauh daripada saudaranya, ibu dan ayahnya, isteri dan anaknya.
" Semua manusia setiap diri, pada saat dan ketika itu akan benar sibuk yang amat sekali "[Surah Abasa Ayat: 34 - 37].

Apakah yang dimaksudkan dengan kesibukan itu?

Pertamanya: Sesungguhnya, beratnya keadaan pada saat itu,sedangkan matahari yang terik sekali berdekatan dengan kepala selain suasana yang huru-hara.

Keduanya: Saat dan ketika yang lebih menyibukkan pada semua apabila amalan-amalan mereka diperhitungkan [ditimbang]. Ya Allah, apa yang akan terjadi kepada semua manusia yang tiada bekalan ketika itu !!!

Perkara-perkara inilah yang membuatkan manusia begitu sibuk lagi sengsara. Semua manusia berharap supaya timbangan amalan itu cepat diadakan, ada yang memohon dan menyatakan;
" Ya Allah, cepatkanlah timbangan, apapun hasilnya aku tidak kesah, meskipun akhirnya aku akan dimasukkan kedalam neraka, aku tidak tahan lagi Ya Allah diMahsyar ini ".

Berapa lamakah masanya pada saat dan ketika itu?

" Disat para Malaikat dan Jibril naik ke langit, dimana pada saat itu adalah selama lima puluh ribu tahun [50,000] lamanya " [Surah Al-Ma'arij ayat: 4].

Wallahu al'am.

No comments:

Post a Comment